Skip to main content

Featured

[REVIEW] LIESE in COOL ASH

Hi Beauties~ Di tengah pandemi gini, aku yakin banyak dari kalian yang coba-coba hal baru! Dari jadi suka masak, bercocok tanam, dekor rumah bahkan mungkin ada yang udah jadi artis Tik Tok? Haha, lucu ya selama masa karantina kita jadi bisa eksplor hal-hal yang sebelumnya kita gak pernah lakukan.  Nah, karena akupun termasuk salah satu yang udah WFH dari Maret, akhir-akhir ini jadi mulai mati gaya dan rambutpun mulai gak keurus. Yang dulu rajin banget ganti warna tiap bulan, sekarang sampai rambut gondrong dan kuning aku tetep tahan gak ke salon. Yes, aku gak mau keluar rumah unless itu penting banget. Ke salon itu termasuk di list yang menurut aku masih gak perlu. Dan jadilah aku mulai eksperimen yaitu coba-coba warnain rambut sendiri dirumah. FYI, rambut aku dulu basenya ash brown with bleached ash grey babylights . Karena skintone-ku termasuk yang warm , aku lebih suka warna rambut cool tone untuk balance everything out . Akhirnya setelah lama baca review sana sini tentang cat rambu

THE MOST BASIC SKINCARE AND HOW TO START FROM THERE.


I have this interesting fact to tell. Dulu aku pernah berprofesi sebagai MUA dan bertemu banyak model lokal dan internasional. Aku selalu amazed sama kulit wajah mereka karena rata-rata bersih dan alus banget! Padahal mereka harus pakai heavy makeup setiap hari, ganti produk dan pemakaian brush atau sponge yang belum tentu higienis. Terus aku tanya, apa aja sih beauty secret mereka sampe bisa punya kulit glowing from within kayak gitu? Aside from genetics, mereka jawabannya selalu sama, cuma cuci muka dan pake moisturizer. That's it!

Crazy because I use a lot of products and my skin still has texture and bumps and other nightmares! Jadi dari situ aku sadar kalau kita gak perlu 10-step skincare routine untuk dapet kulit ala-ala Korea. Perlu diingat, iklim di Korea itu tidak sekejam Indonesia yang panasnya bisa menembus celana jeans. Iklim tropis di Indonesia cenderung membuat kulit kita berminyak dan menyebabkan kulit mudah berjerawat karena produksi sebum yang berlebihan.

The absolute simplest skincare routine is to only cleanse and moisturize.

Ya, kunci utama dari semua perawatan wajah adalah membersihkan dan melembabkan. Ingat, the goal is to make your skin healthy, not to ruin their natural barriers that can cause breakouts and dryness. Jadi daripada bingung dengan step skincare yang ribet, coba ingat 4 kunci ampuh untuk merawat wajah :

CLEANSE → MOISTURIZE → EXFOLIATE → PROTECT

1. Cleanse
Proses ini adalah kunci untuk membuka gerbang kulit kita terhadap terhadap skincare products yang akan kita gunakan. Foam cleanser akan mengangkat dan membersihkan sisa kotoran dan minyak di pagi maupun malam hari. Pilih cleanser dengan kadar pH rendah (dibawah 7) untuk mempertahankan natural pH kulit kamu jadi gak perlu pakai toner setelahnya. 

Jika kamu menggunakan makeup setiap hari, diperlukan juga double-cleanse untuk membersihkan makeup kamu 100% sehingga gak ada yang ketinggalan di kulit. Pilih balm/oil/milk cleansing untuk step pertama yang bisa dilanjutkan dengan cuci muka menggunakan facial foam.

2. Moisturize
Moisturizer adalah step yang paling dasar dari seluruh skincare steps. Ingat kan perbincanganku sama para model yang cuma mengandalkan a good moisturizer untuk menjaga kulit mereka?  Moisturizer adalah suplemen atau 'makanan' untuk sel kulit kita yang seiring usia akan turun produktivitasnya dalam memproduksi kolagen. Ada empat jenis komposisi utama di moisturizer :
  • Emollients : ini adalah komposisi yang berfungsi sebagai pelumas dari setiap moisturizer. Fungsinya adalah membuat konsistensi produk menjadi lembut dan halus saat diaplikasikan ke kulit kita. Jadi kalau kamu merasa kulit jadi halus dan supple setelah pakai pelembab, itulah hasil dari emollient. Berikut ini adalah jenis emollients yang sering terkandung di moisturizer products :  
  • Water binding agents atau humectants : fungsi dari humectant adalah menarik air dari lapisan dermis ke epidermis untuk menambah konten air di dalamnya.  Kandungan ini biasa disebut sebagai 'water binding agents' atau sesuai fungsinya yaitu mengikat air atau memperbaiki intercellular matrix kulit (struktur yang berada diantara sel). Sebenarnya, sel kulit kita juga mempunyai banyak kandungan air sampai sel tersebut mulai rusak dan butuh bantuan ekstra dari moisturizer. Berikut kandungan yang termasuk sebagi humectants :


  • Anti-irritants dan Antioxidants : formulasi anti-iritasi adalah komponen yang vital untuk skincare product. Darimanapun sumbernya, iritasi adalah problem buat semua jenis kulit dan memang gak bisa dihindari. Dari mulai sinar matahari, polusi sampai produk kecantikan yang kita pakai sekarang mempunyai kemungkinan mempunyai komposisi pemicu iritasi kulit. Perhatikan ingredients with zero benefits seperti fragrance dan ekstrak tumbuhan yang memicu iritasi. Kombinasi dari bahan anti-irritants dan antioxidants akan sangat membantu proses penyembuhan kulit dan mengurangi oxidative damage yang disebabkan oleh polusi, paparan sinar matahari dan udara. Berikut komposisi yang bisa kamu cari di beauty product 
Jika kamu punya kulit berminyak,  a lightweight moisturizer is your best friend for climates like ours. Kamu bisa cari pelembab yang berbentuk gel atau light cream untuk dipakai di siang hari. Untuk kulit kering, cari moisturizer bertekstur cream (but not too thick!) untuk pagi-siang hari dan heavier cream for night time!

3. Exfoliate
Tahap ini adalah perawatan tambahan yang harus mulai diterapkan dalam skin-care routine kamu! Bayangkan, setiap hari pastinya kamu pakai makeup atau kena sinar matahari dan polusi. Sampai rumah cuma cuci muka seadanya lalu tidur. Dan keesokan harinya, kamu mengulang proses yang sama. Imagine how many layers of unwashed dirts on your face? Belum lagi kalau kamu pakai foundation yang ditimpa blush atau powder yang tentunya bisa menyumbat pori-pori. 

Disinilah kenapa exfoliate itu penting banget! Saat ini tersedia berbagai macam exfoliants yang dibagi menjadi dua jenis : physical dan chemical. Dua-duanya mempunyai fungsi yang sama yaitu mengangkat sel kulit mati dan kotoran tapi dengan cara yang jauh berbeda. Exfoliate akan membantu untuk mencapai #skingoal karena kalau dilakukan dengan benar akan membantu serum, moisturizer, etc untuk meresap dengan sempurna ke dalam kulit.



But, what is physical exfoliation? intinya : face scrubs, butiran atau sesuatu yang mempunyai permukaan tidak rata yang ditujukan untuk mengangkat sel kulit mati. Cara ini lebih populer karena hasil instan yang diberikan setelah cuci muka membuat kulit terasa halus dan bersih. Tapi kalian harus perhatikan butiran scrub yang ada didalamnya. Butiran tidak boleh terlalu besar hingga membuat kulit perih atau bahkan luka. Cari face scrub dengan butiran kecil dan pakai hanya maksimal 2x seminggu! Selain itu, Clarisonics atau facial brushes setipe lainnya juga termasuk sebagai physical exfoliator. Sebenarnya pakai alat ini juga memudahkan proses exfoliate but sadly, they're easy to overdo, since the brush can be too harsh on your skin. My favourite super gentle physical exfoliator (buat yang gak berani atau gak biasa pakai acids) would be a konjac sponge! Karena teksturnya yang tidak sekasar brush, konjac sponge ini gentle banget bahkan bisa dipakai setiap hari dengan sabun cuci muka. 



What is chemical exfoliation and what chemicals should I be looking for?
Chemical exfoliants mengangkat sel kulit mati dengan gentle acids yang sekaligus membantu regenerasi sel tanpa perlu gosokan di permukaan kulit. Ada dua acids yang terkenal sebagai chemical exfoliants yaitu alpha hydroxy acid (AHA) dan beta hydroxy acid (BHA). 

Perbedaan yang fundamental dari kedua acid ini adalah AHA larut dalam air sedangkan BHA bisa larut di sebum atau sekresi minyak pada kulit. Keunikan dari BHA adalah ia mampu menembus minyak di pori-pori dan membersihkan penumpukan sel kulit di kelenjar minyak. Untuk lebih mudahnya, AHA hanya bekerja di permukaan kulit sehingga bagus untuk kulit kering maupun sensitif dan BHA berguna jika komedo (blackhead dan whitehead) adalah masalah utama bagi kulit berminyak.

AHA : glycolic acid, lactic acid, malic acid, citric acid, mandelic acid dan tartaric acid.
BHA : beta hydroxy acid, salicylic acid.

To make it simple:


4. Protect
Setelah semua tahap dan effort yang dilakukan di rumah, pasti sayang kan kalau ujungnya jadi percuma? Disinilah tahap yang paling penting yaitu penggunaan sunscreen! Dengan iklim yang cukup ekstrim seperti Indonesia, pakai sunscreen itu bukan lagi sebuah pilihan tapi udah jadi kewajiban. Kalau gak percaya, kalian lihat bukti dibawah ini deh :


Pria yang berusia 70 tahun ini sudah 30 tahun menjadi truck driver dengan kemudi di sebelah kiri yang membuat kulit wajahnya terpapar sinar matahari melalui jendela. Sinar UV menghancurkan elastisitas kulit sehingga menyebabkan kulit bagian kiri sang supir truk ini mempunyai keriput yang sangat dalam dan parah. Coba bandingkan dengan kulit bagian kanan yang mempunyai keriput lebih sedikit dan wajar. This is shocking, right?

Sinar matahari dapat menembus awan dan kaca yang juga bisa menyebabkan kanker kulit dengan cara menghancurkan DNA dan sel untuk regenerasi. Penggunaan sunscreen sebaiknya dilakukan 15-20 menit sebelum keluar rumah. Ini memberikan waktu untuk kulit untuk menyerap kedalam kulit secara menyeluruh. 

cr. glamblack

Jadi gimana cara menghitung SPF?
Seperti yang sudah aku bahas di sini, sunscreen tidak akan bisa melindungi 100% kulit kita dari sinar UV. SPF 15 hanya melindungi kulit sebanyak 93% dari UVB, SPF 30 sebanyak 97% dan SPF 50 melindungi sebanyak 98% dari UVB rays. Yang paling penting adalah seberapa lama kamu terpapar sinar matahari dan sebanyak apa pemakaian sunscreen pada kulit. Jika kamu berada diluar ruangan lebih dari 30 menit pada siang hari, pakai sunscreen lebih tebal sehingga proteksinya bisa maksimal dan melindungi kulit dengan jangka waktu lebih lama. Kalau gak ribet, kamu bisa lho re-apply sunscreen untuk memastikan kulit kamu terlindung terus sampai matahari terbenam. 

Belum lama ini juga banyak dermatologist yang menyarankan para penumpang pesawat memakai sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk menghindari sinar UV yang lebih ekstrim di atas sana. Pastikan kandungan ini ada di sunscreen kamu ya : avobenzone, titaniom dioxide atau zinc oxide yang melindungi kamu dari sinar UVA (sinar yang mempengaruhi elastisitas kulit) dan UVB (sinar yang merusak lapisan teratas kulit, sun burn).

THE OVERVIEW
  • Empat step utama untuk basic skin-care : pembersihan → melembabkan → pengangkatan sel kulit mati → penggunaan sunscreen.
  • Pilih facial foam dengan pH dibawah 7 untuk menjaga kelembaban di kulit.
  • Moisturizer memegang peranan vital untuk kulit, sesuaikan tekstur moisturizer dengan tipe kulit dan pilih pelembab tanpa parfum (fragrance, parfume), alcohol atau essential oils yang bisa jadi penyebab iritasi.
  • Dua pilihan exfoliants : physical (scrub) dan chemical (AHA & BHA) yang bisa dilakukan maksimal 2x seminggu untuk menghindari over-exfoliate yang menyebabkan kulit menipis dan sensitif.
  • Wajib memakai sunscreen sebelum keluar rumah untuk menghindari bahaya sinar UV yang menyebabkan keriput, flek dan kanker kulit.

Nah, step diatas bisa dijadikan acuan bagi para pemula yang masih bingung untuk memulai penggunaan skin-care. Jika sudah terbiasa, step skin-care kamu bisa ditambah dan disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan umur. Better start now or never! Selamat mencoba~

Comments

Popular Posts